Sabtu, 30 Agustus 2014

Pengolahan Citra -HISTOGRAM

Histogram citra adalah grafik yang menggambarkan  penyebaran nilai-nilai intensitas pixel dari suatu citra atau bagian tertentu di  dalam citra. Dari sebuah histogram dapat diketahui frekuensi kemunculan nisbi (relative) dari intensitas pada citra tersebut. Histogram juga dapat menunjukkan  banyak hal tentang kecerahan (brightness) dan kontas (contrast) dari sebuah gambar. Karena itu, histogram adalah alat bantu yang berharga dalam pekerjaan pengolahan citra baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Histogram adalah representasi grafis untuk distribusi warna dari citra digital. Sumbu ordinat vertikal merupakan representasi piksel dengan nilai tonal dari tiap-tiap deret bin pada sumbu axis horizontalnya. Sumbu axis terdiri dari deret logaritmik bindensitometry yang membentuk rentang luminasi atau exposure range yang mendekati respon spectral sensitivity visual mata manusia. Deret bin pada density yang terpadat mempunyai interval yang relatif sangat linear dengan variabel mid-tone terletak tepat di tengahnya.
Informasi yang didapat dari Histogram :

  • Puncak histogram → intensitas pixel yangpaling menonjol.
  • Lebar puncak → rentang kontras.
  • Over?exposed (terlalu terang) dan under?exposed (terlalu gelap) memiliki rentang kontras sempit.
  • Citra yang baik mengisi daerah derejatkeabuan secara penuh dan merata pada setiap nilai intensitas pixel.

Perataan Histogram
Teknik perataan histogram merupakan gabungan antara penggeseran dan pelebaran histogram. Tujuan yang akan dicapai pada teknik ini adalah untuk mendapatkan citra dengan daerah tingkat keabuan yang penuh dan dengan distribusi pixel pada setiap tingkat keabuan yang merata. Dengan kata lain, Tujuan dari perataan histogram ini adalah untuk memperoleh penyebaran histogram yang merata, sedemikian sehingga setiap derajat keabuan memiliki jumlah pixel yang relative sama.
Perataan histogram mengubah derajat keabuan suatu pixel (r) dengan derajat keabuan yang baru dengan suatu fungsi transformasi T, dimana s=T(r).
Sifatnya
– Nilai s adalah pemetaan 1 ke 1 dari r, sehingga r dapat diperoleh dari transformasi invers
r = T-1(s)  , 0 <= s <= 1
– Untuk 0<= ri <= 1, maka 0 <= T(r) <=
Seperti yang anda sekalian ketahui sebelumnya, bahwa dari sekian banyaknya warna yang ada dalam suatu gambar itu terdiri atau terbentuk dari perpaduan tiga warna dasar yaitu merah, hijau, dan biru atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘RGB’. Histogram suatu gambar ini bertujuan untuk menampilkan tingkat masing-masing RGB dari suatu gambar.

Histogram citra banyak memberikan informasi penting sebagai berikut :
1. Nilai hi menyatakan peluang (probabilitypixelP(i), dengan derajat keabuan i. Jumlah seluruh nilai hi sama dengan 1, atau

  
Peluang suatu pixel memiliki derajat keabuan lebih kecil atau sama dengan derajat keabuan tertentu adalah jumlah hi untuk 0 £ £ j, atau
2. Puncak histogram menunjukkan intensitas pixel yang menonjol. Lebar dari puncak menunjukkan rentang kontras dari gambar. Citra yang mempunyai kontras terlalu terang (overexposed) atau terlalu gelap (underexposed) memiliki histogram yang sempit. Histogramnya terlihat hanya menggunakan setengah dari daerah derajat keabuan. Citra yang baik memiliki histogram yang mengisi daerah derajat keabuan secara penuh dengan distribusi yang merata pada setiap nilai intensitas pixel

(a) citra gelap, (b) citra terang, (c) citra normal (normal brightness), (d) normal
brightness dan hi gh contrast
Manfaat Histogram
  1. Sebagai indikasi visual untuk menetukan skala keabuan yang tepat sehingga diperoleh kualitas citra yang diinginkan
  2. Untuk pemilahan treshold
Contoh Membuat Histogram dengan Matlab
Download : Histogram 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar